}); Ditinju Karena Gak Memberi Rokok, Bocah Tikam Tetangga Hingga Tewas - KAPITANEWS

Ditinju Karena Gak Memberi Rokok, Bocah Tikam Tetangga Hingga Tewas



KAPITAnews.com, Medan - Mulyadi terkapar bersimbah darah setelah ditikam di depan rumahnya, Minggu (9/3/2019) lalu. Salah seorang pelaku utama penikaman tersebut, NR alias NS (16), akhirnya diringkus polisi, Jumat (21/6/2019) dinihari. 

Menurut remaja tersebut, sebelum menikam Mulyadi, rekan-rekannya terlebih dahulu memukuli korban. Selanjutnya, NS menikam dada Mulyadi sebanyak satu kali. Mulyadi saat itu masih sempat berlari ke rumahnya dan meminta pertolongan. Sementara NS dan keempat temannya langsung kabur. 

Aksi pembunuhan itu, menurut NR, dipicu sakit hati kepada Mulyadi yang kerap buat onar. Perselisihan memuncak saat Mulyadi meminta rokok dan uang kepada NR saat berada di kafe Pelakor yang tak jauh dari rumah pelaku.

"Gara-gara dimintai rokok dan sudah dibilang gak ada. Kami sempat ribut, karena gak dikasih, aku ditinjunya. Gak senanglah aku, jadi ku kasih tau sama kawan-kawan ku," beber NS di Mapolsek Percut Sei Tuan, Minggu (23/6/2019). 

Meski sempat didamaikan di lokasi, NS mengaku tetap tak ikhlas. Dia lalu pulang ke rumahnya dan mengambil sebilah pisau. Dari situ, dia kemudian mengajak 4 temannya mendatangi Mulyadi yang saat itu duduk di belakang rumah. 

Pengeroyokan sempat terjadi, Muliyadi kemudian coba melawan. Namun karena kalah jumlah, pria 28 tahun itu akhirnya tak bisa berbuat banyak. NR yang sudah emosi lalu menghunuskan pisau tepat ke dada Mulyadi yang saat itu sudah terkapar. Setelah mencabut pisau, NR bersama 4 temannya kabur dan berpencar. 

NR kabur dan bersembunyi ke rumah keluarganya di kawasan Helvetia. Dua bulan di Helvetia, dia pun kembali ke rumahnya. 

"Aku sporing ke rumah keluarga di Helvetia bang. Tapi aku dimarahi karena gak kerja dan dianggap hanya makan serta tidur aja, makanya aku pulang," beber remaja putus sekolah ini. 

Disinggung perbuatannya yang telah mengakibatkan orang lain tewas, NR tak sedikit pun mengutarakan penyesalan. Meski begitu, dia mengaku bahwa peristiwa pembunuhan itu pernah terbawa tidur. 

"Aku sempat dimimpiin atas kejadian itu. Dalam mimpiku, korban bilang ‘kenapa kau bunuh aku’. Tapi mimpi itu gak berlanjut," katanya. 

Atas perbuatannya, NS kini terancam 15 tahun penjara. Polisi menjeratnya dengan 338 KUHPidana. 

"Rasa penyesalan sepertinya tidak ada sama tersangka. Soalnya pas kita sergap, dia sedang main kartu. Saat ini kita masih kejar pelaku lainnya yang terlibat. Cuma pelaku NS yang menikam," kata Kanit Reskrim Percut Sei Tuan Iptu MK Daulay.
Share on WhatsApp

VIP Redaksi KAPITAnews.com

Situs Berita Online
https://www.kapitanews.com/
"Pusat Berita Terpercaya"
Ph:0853-7100-0720

0 komentar:

Posting Komentar