}); Jurusan PPKn Unimed dan SIKAP Menggelar Diskusi Publik dalam Memeringati Hari Internasional Mendukung Korban Penyiksaan - KAPITANEWS

Jurusan PPKn Unimed dan SIKAP Menggelar Diskusi Publik dalam Memeringati Hari Internasional Mendukung Korban Penyiksaan



 kiri; Kasat Binmas Polrestabes Kota Medan (Rudi Hartono), Sekretaris Eksekutif Bakumsu (Manambus Pasaribu),
Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Susilaningtias dan  Koordinator Kontras Sumut (Amin Multazam)
KapitaNews.com, Medan-- Dalam rangka memeringati hari internasional mendukung korban penyiksaan yang jatuh pada 26 juni, Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Negeri Medan menggelar Diskusi Publik (27/6)  dilaksanakan di Lantai III Fakultas Ilmu Sosial UNIMED.  

Kegiatan tersebut diselengarakan atas kerjasama dengan Aliansi Masyarakat Sipil Anti Penyiksaan (SIKAP) dan mengangkat tema “Mengulas Perlindungan dan Penghormatan HAM untuk Korban Kejahatan Penyiksaan” .

Pada kegiatan tersebut turut hadir berbagai lembaga swadaya masyarakat, dosen, mahasiswa dan pegiat sosal. Hadir juga sebagai narasumber pada kegiatan tersebut Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Susilaningtias; Kasat Binmas Polrestabes Kota Medan, Rudi Hartono; Sekretaris Eksekutif Bakumsu, Manambus Pasaribu dan dimoderatori oleh Amin Multazam, Koordinator Kontras Sumut. dalam

Dalam sambutannya, Koordinator SIKAP, Quadi Azam menyampaikan bahwa “momentum Hari Internasional Mendukung Korban Penyiksaan dapat membumikan persoalan, bentuk kekerasan dan penyiksaan, dan apa yang harus dilakukan kedepan untuk mendorong kebijakan-kebijakan negara agar dapat menghindari praktik-praktik kejahatan penyiksaan ini”.

Diskusi Publik tersebut dibuka oleh Ketua Jurusan PPKn UNIMED, Arief Wahyudi, S.H., M.H. yang mewakili pimpinan Fakultas Ilmu Sosial UNIMED dengan mengucapkan selamat berdiskusi di Fakultas Ilmu Sosial dengan harapan diskusi tersebut menghasilkan terobosan-terobosan baru yang baik untuk perkembangan bangsa kedepan
foto bersama usai menggelar diskusi publik
"Sangat penting melakukan upaya untuk meminimalisir dan bahkan meniadakan praktik-praktik penyiksaan dengan berbagai macam usaha. Salah satunya dengan melakukan pendidikan dini tentang penolakan kejahatan penyiksaan mulai dari Sekolah Dasar, Menengah Pertama sampai pada Menengah Atas. Upaya ini diawali dengan membekali guru-guru terkait materi kejahatan penyiksaan sekaligus upaya yang harus dlakukan untuk mengobatinya jika menjadi ada yang menjadi korban", ujar Arief saat membuka kegiatan tersebut.

Sebelumnya SIKAP telah menyelenggarakan pemutaran film pada tanggal 24 Juni 2019 kemudian dilanjutkan dengan kegiatan aksi solidaritas suara untuk korban penyiksaan dengan melalui seni dan budaya yang dilaksanakan pada 26 juni 2019 di Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU).

Sebagai Koordinator, Azam menyampaikan ucapan terima kasih kepada Jurusan PPKn Unimed yang telah mendukung kegiatan diskusi publik tersebut. (nhy)





Share on WhatsApp

VIP Redaksi KAPITAnews.com

Situs Berita Online
https://www.kapitanews.com/
"Pusat Berita Terpercaya"
Ph:0853-7100-0720

0 komentar:

Posting Komentar