}); Narkoba dan Ancaman Masa Depan Menuju Indonesia Emas - KAPITANEWS

Narkoba dan Ancaman Masa Depan Menuju Indonesia Emas

Direktur Direktorat Narkoba Poldasu (Kombes Pol. Hendri Marpaung) dan Sekretaris Umum HMI Cabang Pers. Deli Serdang (Mhd. Isnen Harahap) 

Kapitanews.com, Sumatera Utara- Badan dunia urusan narkotika atau United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) menyebutkan saat ini terdapat 803 jenis narkotika baru dan 72 di antaranya sudah terdeteksi beredar di Indonesia baik oleh laboratorium BNN ataupun Polri. Dan dari 72 jenis narkoba tersebut, baru 66 yang masuk dalam Permenkes atau lampiran UU No 35 tentang narkotika. Maraknya peredaran narkoba tidak lepas dari letak geografis yang rawan karena berbatasan langsung dengan Malaysia, yaitu Aceh, Sumut, Riau, Jambi, dan Palembang.

Remaja adalah masa di mana seorang individu mengalami peralihan dari masa anak-anak menuju ke dewasa. Masa remaja disebut masa yang paling rawan dihadapi individu sebagai anak. Dari yang tadinya anak-anak mereka mengalami perkembangan secara fisik maupun psikis dengan beberapa perubahan. Orang tua yang memiliki anak tentu akan menghadapi hal ini di kala membesarkan anak mereka, anak yang beranjak remaja akan mengalami perubahan sesuai dengan pertumbuhan moral seorang anak. Jika kontrol dari orang tua dan orang terdekat anak kurang, maka seringkali terjadi penyimpangan pada anak tersebut. Penyimpangan ini cenderung kearah negatif yang sering disebut dengan kenakalan remaja.

Ada banyak jenis kenakalan remaja, seperti perkelahian dan minum-minuman keras, pencurian, perampokan, perusakan/pembakaran, seks bebas bahkan narkoba. Salah satu bentuk kenakalan remaja yang saat ini dapat dikategorikan mengkhawatirkan adalah penyalahgunaan narkoba. Artinya dalam hal ini narkoba sangat mengancam keberlangsungan masa depan remaja, yang juga menjadi salah satu elemen terpenting dalam perwujudan visi "Indonesia Emas".

Menuju masyarakat Ilmiah memang tak mudah, apalagi mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Budaya literasi seharusnya menjadi fokus kita hari ini, tetapi fikiran dan tenaga malah habis untuk meladeni kemarahan dan kegarangan sebagian umat islam pada persoalan yang tak jelas dan memprovokasi umat islam lainnya sehingga dapat mengancam komunitas agama lain. Ada 2 hal yang lebih penting dan menjadi PR (pekerjaan rumah) yang mesti diperkenalkan umat Islam ke dunia Internasional yaitu sifat atau karakter Indonesia yang damai dan menerima keberagaman dan budaya saling menukar ilmu ke negara - negara lain agar jalinan silaturahmi dapat terbangun kedepannya.

Untuk mempersiapkan tahun 2045, HMI dapat bekerja mulai dari sekarang, baik menjadi pencegah maupun menjadi pengobat pemuda masa kini. Bonus demografi akan lebih dahulu kita temui ditahun 2020, dimana Merial Institute, lembaga kajian yang concern pada riset terkait isu kontemporer, mencoba melakukan perhitungan dan pengelompokkan mengenai pemuda. Tahun 2016 Indonesia memiliki 62.041.000 orang pemuda. Jumlah itu setara dengan 24,07% dari total keseluruhan penduduk Indonesia. Sebanyak 53,8% pemuda Indonesia tinggal di kota dan sisanya di desa. Data yang paling mengejutkan adalah tingkat pengangguran pemuda lebih tinggi (14,9%) dari pada tingkat pengangguran nasional (5,61%).

Dari sinilah kita memerlukan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat terkhusus anak muda atau dalam hal ini sering kita sebut milenial untuk dapat mewujudkan Visi Indonesia Emas pada tahun 2045.

Oleh: Mhd. Isnen Harahap
Sekum HMI Cabang Pers. Deli Serdang
Share on WhatsApp

VIP Redaksi KAPITAnews.com

Situs Berita Online
https://www.kapitanews.com/
"Pusat Berita Terpercaya"
Ph:0853-7100-0720

0 komentar:

Posting Komentar