}); TENGKU AMIR HAMZAH BUKAN HANYA PAHLAWAN NASIONAL IA JUGA PAHLAWAN KEBUDAYAAN. - KAPITANEWS

TENGKU AMIR HAMZAH BUKAN HANYA PAHLAWAN NASIONAL IA JUGA PAHLAWAN KEBUDAYAAN.


Kapitanews.com-Langkat-
Aggota DPRD Sumut Fraksi PDIP,  komisi B sugianto makmur sangat mengapresiasi kegiatan 1 jam baca puisi  di taman budaya  Tengku Amir Hamzah kabupaten langkat yang digagasi oleh gardu, Fosad, dan seluruh komunitas yang ikut serta mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.. rasa bangga dan apresiasi beliau terhadap kegiatan tersebut, disampaikan Beliau pada pertemuan sore bersama dengan Alexander Chrise Ginting Munthe, seorang aktivis pendidikan dan kebudayaan di rumah lapang PDIP perjuangan Sunggal waktu lalu. Beliau bercerita panjang  tentang bagaimana perjuangan Nasional seorang sosok Tengku Amir Hamzah, bagaimana peran seorang pahlawan Tengku Amir Hamzah dalam kemerdekaan Indonesia. Adapun karya-karya dan sajak yang beliau ciptakan merupakan karya seni yang hebat yang kini menjadin warisan bagi kita generasi penerus Indonesia terkusus generasi muda Sumatera Utara dan Langkat. Kita percaya meski sosok Tengku Amir Hamzah harus mati dan menjadi korban dalam kemerdekaan Indonesia, tapi sosok beliau tetap hidup hingga saat ini dari karya-karyanya.

Bapak empat anak ini mengatakan, saya sangat mencintai budaya-budaya di Indonesia, baik itu Melayu, Karo,Toba, Jawa, dan semua budaya yang ada di Indonesia meski saya seorang keturunan Tionghoa. Bagi saya secara pribadi budaya Indonesia bagi generasi penerus memiliki etos dan perjuangan yang tinggi serta memiliki daya tarik yang begitu kuat. Saat ini kita bisa menyaksikan sendiri tarian-tarian Melayu, Karo, rumah adat Toba, alat keseharian hidup setiap daerah, ini adalah suatu kekayaan dan  kebanggaan yang kita miliki, tidak ada di Negara lain.

 Hal ini bukan isapan jempol belaka ataupun pencitraan yang dibuat beliau, hal ini terlihat dari ornament- oranamen Jawa, Melayu yang disimpan beliau di rumah maupun dirumah Lapang PDIP tersebut. Beliau pernah berkata dia sangat menyukai makanan Melayu yang memiliki rasa yang begitu enak, beliau juga menyampaikan ketakutannya akan hilangnya kekayaan kuliner nusantar nanti, kita harus bangga pada Cimpa ( makanan khas Karo) dengan ombus-ombus dari Toba jangan sampai makanan nusantara ini hilang dimakan jaman. Beliau selalu mengajak rekan-rekan yang lain agar peduli terhadap warisan Indonesia sebab jika ciri budaya ini hilang, jati diri bangsa ini hilang, mau jadi apa kita?

Beliau juga sangat sepakat, terhadap jargo budaya yang sering dikumandangkan alexander dan rekan juang lainnya. IKUTI ZAMANMU, JANGAN TINGGALKAN BUDAYAMU. Bagi saya ini jargon yang luar biasa, ini merupakan cambuk bagi kita saat ini untuk terus mau dan mau dalam mempertahankan kebudayaaan.

Beliau juga menyampaikan rasa bangga dan rasa semangat baru kepada Alexander Chrisse Ginting Munthe dan rekan-rekan juang budaya semuanya agar terus mau berjuang dalam mempertahankan kebudayaan bangsa Indonesia. Beliau juga berpesan saya akan terus mendukung dan ikut berjuang di kegiatan budaya dan berada di garis depan untuk mempertahankan budaya Indonesia.

Share on WhatsApp

VIP Redaksi KAPITAnews.com

Situs Berita Online
https://www.kapitanews.com/
"Pusat Berita Terpercaya"
Ph:0853-7100-0720

0 komentar:

Posting Komentar