}); Rektor UIN Dituding Langgar UU; KNPI Ajak Semua Pihak Instrospeksi Diri - KAPITANEWS

Rektor UIN Dituding Langgar UU; KNPI Ajak Semua Pihak Instrospeksi Diri

Wakil Ketua KNPI Deliserdang Taufiq Hidayah Tanjung

Kapitanews.com-Medan- Ruang demokrasi kampus UIN Sumut kembali menunjukkan iklim yang tidak sehat dan terkesan hantam kromo. pengkritik Rektor UIN Sumut, Prof.Dr.Syahrin Harahap, MA semakin membabi buta dan seakan kehilangan sisi akademiknya. Bagi para pengkritik Rektor yang penting bagaimana caranya menunjukkan kesalahan Rektor walaupun dengan bahan dan data yang tidak benar dan terkesan mengada ada hal ini membuktikan, mereka tak mengerti persoalan yang penting ada issue yang menjelekan kepemimpinan Rektor.

Simaklah, dengan pemberitaan di salah satu media online mereka mereka menuding Rektor UIN Sumut, Prof. Syahrin melanggar UU No.22 Tahun 2009 dan Peraturan Kapolri No.5 Tahun 2012. Alasannya, karena Prof.Syahrin menukar plat mobil dinas menjadi plat hitam, dan diduga akan digunakan untuk keperluan lebaran.

Wakil ketua KNPI Deliserdang Taufiq Hidayah Tanjung, mengatakan UU No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan itu kebanyakan mengatur tentang lalu lintas angkutan barang. UU yang terdiri dari XXII BAB dan 326 Pasal itu, tak satu butir pun ada pasal yang mengatur tentang mobil dinas aparatur Negara. UU yang diundangkan pada 22 Juni 2009 dan ditandatangani Presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono, itu tak ada menjelaskan sanksi untuk pemakai mobil dinas.

Begitu juga dengan peraturan Kapolri No.5 Tahun 2012 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor, juga tak ada mengatur tentang kendaraan dinas atau plat mobil dinas. Perkap yang terdiri  XI BAB dan 121 Pasal yang ditantangani Kapolri Timur Pradopo, itu hanya mengatur tentang registrasi dan identifikasi kenderaan bermotor pribadi dan mobil dinas TNI atau Polri.

Jadi kedua peraturan  yang digunakan untuk mengkritisi rektor itu tidak relevan dan terkesan dipaksakan. kata Taufiq Hidayah Tanjung M.Pd, Wakil Ketua DPD KNPI Deli Serdang, kepada wartawan, Sabtu (24/4) di Medan.

Taufik juga menghimbau kepada seluruh elemen untuk  tidak terlalu memaksakan kehendak untuk mengkritisi rektor secara membabi buta, lebih baik dibulan suci ramadhan ini untuk saling introspeksi diri saja. 

 “Sebelum menjadi konsumsi publik, lebih baik koreksi diri dulu, dibulan ramadhan ini" tambahnya.

Taufiq juga menduga ada niat tidak baik dari kelompok kecil pengkritik Rektor UIN Sumut. Jadi aksi dan kritik yang terjadi di beberapa bulan terkahir terkesan bukan untuk membangun UIN malah sebaliknya ingin merusak citra dan nama baik UIN di depan publik. tegas Taufiq.

Share on WhatsApp

VIP Redaksi KAPITAnews.com

Situs Berita Online
https://www.kapitanews.com/
"Pusat Berita Terpercaya"
Ph:0853-7100-0720

0 komentar:

Posting Komentar