}); Dosen Institut Kesehatan Helvetia Medan Gelar Edukasi SADARI - KAPITANEWS

Dosen Institut Kesehatan Helvetia Medan Gelar Edukasi SADARI


Kapitanews-Medan Yayasan Kanker Payudara Indonesia menyatakan ada kecenderungan penurunan usia penderita kanker payudara di Indonesia terutama pada remaja. Saat ini ada kecenderungan kanker payudara dialami oleh perempuan dengan usia 15-20 tahun, ini berarti tidak ada kata terlalu dini bagi remaja untuk mulai diberikan pendidikan untuk melakukan SADARI secara rutin. Meningkatkan pengetahuan remaja tentang SADARI sedini mungkin dapat membawa pengaruh baik bagi remaja hingga menjadi dewasa nanti. Remaja dengan pengetahuan yang benar tentang SADARI sebagai deteksi dini kanker payudara, akan membuat remaja melakukan SADARI secara benar dan teratur. Ungkap Jitasari Tarigan Sibero, S.ST, S.Pd, M.Kes dalam rangka Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Penyuluhan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Sebagai Deteksi Dini Kanker Payudara yang dilaksanakan di Yayasan Perguruan Budi Agung Medan pada hari Selasa, 25 Mei 2021 mendapat tanggapan sangat positif dari Sekolah, tenaga pengajar dan tenaga administrasi Yayasan Perguruan Budi Agung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan pengetahuan kepada remaja tentang bagaimana cara melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dan dapat melakukan deteksi dini kanker payudara sehingga bila ada gangguan atau benjolan pada payudara dapat secara dini ditangani dan mendapatkan pertolongan dengan cepat sehingga kesembuhannya akan lebih tinggi.

Kegiatan ini juga dapat memberikan informasi lebih banyak tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) yang bertujuan untuk membuka wawasan remaja terhadap SADARI sebagai deteksi dini kanker payudara, remaja menjadi lebih tahu bahwa SADARI bukanlah hal yang remeh (sepele), di mulai dari sekaranglah mempelajari dan melakukan SADARI secara benar dan teratur, selama ini mereka tidak mengetahuinya dikarenakan tidak ada keberanian mereka untuk bertanya kepada orang yang lebih mengerti seperti tenaga kesehatan. Maka dengan adanya pengabdian kepada masyarakat ini remaja lebih paham dan dapat melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sehingga dapat mendeteksi secara dini bila ditemukan gangguan atau benjolan pada payudara. Wanita yang tidak melakukan SADARI, sebagian besar datang ke pelayanan kesehatan sudah ditemukan keganasan pada payudaranya (sudah mengalami stadium lanjut) sehingga pengobatannya tidak dapat adekuat atau tepat. Sementara kanker payudara yang ditemukan atau terdeteksi pada fase dini kemungkinan dapat sembuh 95%.

Dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan juga membuat remaja melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara teratur setiap bulannya. 

Manfaat melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah untuk mengetahui secara dini adanya tumor atau benjolan payudara sehingga dapat mengurangi tingkat kematian akibat kanker payudara dan juga untuk meningkatkan kemungkinan harapan hidup penderita kanker payudara. Karena hampir 85% gangguan atau benjolan ditemukan oleh penderita sendiri melalui SADARI yang benar. SADARI juga merupakan metode termudah, tercepat, termurah, dan paling sederhana yang dapat mendeteksi secara dini kanker payudara.

Oleh karena itu, sangat penting untuk disampaikan kepada remaja segala hal yang berhubungan dengan  pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan mempraktekkannya bagi remaja dengan wajar. Penyampaian materi pendidikan dan cara melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) idealnya diberikan pertama kali oleh tenaga kesehatan yang berada di daerah sekitar lingkungan Yayasan Perguruan Budi Agung. Tetapi karena situasi saat ini dan sayangnya tidak semua tenaga kesehatan/fasilitas kesehatan mempunyai program tentang SADARI. Tambah Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Jitasari Tarigan Sibero, S.ST, S.Pd, M.Kes (Selaku  Dosen Prodi D4 Kebidanan Institut Kesehatan Helvetia Medan) dan didampingi oleh  Anggota PKM, Afrahul Padilah Siregar, S.ST, S.Pd, M.Kes dan Aida Fitria, S.ST, M.Kes ( Dosen Prodi D3 Kebidanan Institut Kesehatan Helvetia) serta Helda I U dan Luxiana Ramayati ( Mahasiswa Prodi D4 Kebidanan Institut Kesehatan Helvetia Medan ).

Terlihat Para peserta sangat antusias dalam kegiatan ini. Melalui kegiatan ini dapat menambah dan meningkatkan pengetahuan peserta tentang bagaimana cara melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan dapat mendeteksi kanker payudara secara dini.

Share on WhatsApp

VIP Redaksi KAPITAnews.com

Situs Berita Online
https://www.kapitanews.com/
"Pusat Berita Terpercaya"
Ph:0853-7100-0720

0 komentar:

Posting Komentar