}); Peduli Kesehatan Reproduksi Remaja, Dosen Institut Kesehatan Helvetia Beri Edukasi pada Remaja - KAPITANEWS

Peduli Kesehatan Reproduksi Remaja, Dosen Institut Kesehatan Helvetia Beri Edukasi pada Remaja

Kapitanews.com-Medan, Perilaku seks bebas pada remaja dipicu oleh beberapa faktor seperti pengetahuan, sikap dan persepsi. Setiap tahun antara 4,7%-13,2% kematian maternal dapat dikaitkan dengan aborsi yang tidak aman. Setiap tahun di Negara-Negara berkembang Sekitar 7 juta wanita di rawat di rumah sakit akibat aborsi yang tidak aman. Menurut data United Nations Population Division, sebanyak 592.975.000 penduduk remaja usia 10-19 tahun di dunia diperkirakan 47% telah menjadi seksual aktif. Sebanyak 1,2 miliar penduduk dunia atau hampir 1 dari 5 orang di dunia berusia 10-19 tahun, Ungkap Afrahul Padilah Siregar, SST., M.Kes (Dosen Prodi D3 Kebidanan Institut Kesehatan Helvetia) dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan pada hari Selasa, 25 Mei 2021 di Yayasan Perguruan Budi Agung Medan.

Dalam penjelasannya, Afrahul Padilah Siregar, SST., M.Kes (Ketua PKM) didampingi Jitasari Tarigan Sibero, SST., S.Pd., M.Kes dan Dewi Sartika, SST., MKM (Anggota PKM) yang juga sebagai (Dosen Prodi D4 Kebidanan Institut Kesehatan Helvetia) serta Dosma Basaria Pardede (Mahasiswa Prodi D3 Kebidanan Institut Kesehatan Helvetia) menyampaikan bahwa Faktor pengetahuan termasuk salah satu pemicu utama terjadinya Permasalahan seksual pranikah, karena rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja (KRR). Hal ini disebabkan oleh orang tua merasa tabu membicarakan masalah seksual dengan anaknya, dan hubungan orang tua dengant anak menjadi jauh dan anak berpaling ke sumber sumber lain yang tidak akurat khususnya teman remaja banyak yang tidak sadar dari pengalaman yang tampaknya menyenangkan justru dapat menjerumuskan. Salah satu problema dari kaum remaja apabila kurangnya pengetahuan seksual pranikah akan mengakibatkan kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi tidak aman, penyakit kelamin dan berdampak juga terhadap putusnya sekolah.

Afrahul Padilah Siregar, SST., M.Kes Menambahkan Penyuluhan tentang perilaku seks pranikah merupakan metode dalam memberikan pendidikan seks pada remaja. Dalam kegiatan ini membimbing dan menjelaskan tentang perubahan fungsi organ seksual sebagai tahapan yang harus dilalui dalam kehidupan manusia. Cara yang digunakan misalnya dengan mengajak berdiskusi masalah seks yang ingin diketahui oleh remaja sehingga harapannya remaja bisa terhindar dari perilaku seks bebas dan permasalah kesehatan reproduksi pada remaja bisa berkurang.

Kegiatan yang dihadiri Pimpinan dan para guru Yayasan Perguruan Budi Agung Medan mengangkat tema “Peningkatan Pengetahuan Remaja Tentang Perilaku Seks Pranikah” dengan tujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang  perilaku seks pranikah melalui penyuluhan kesehatan pada remaja di Yayasan Perguruan Budi Agung Medan. Terlihat Para peserta sangat semangat dan antusias dalam kegiatan ini. Melalui kegiatan ini pengetahuan peserta menjadi meningkat tentang perilaku seks pranikah. Peserta merasa senang dengan adanya kegiatan ini, karena memang benar-benar bermanfaat bagi mereka.
Share on WhatsApp

VIP Redaksi KAPITAnews.com

Situs Berita Online
https://www.kapitanews.com/
"Pusat Berita Terpercaya"
Ph:0853-7100-0720

0 komentar:

Posting Komentar