}); Dialog Pemuda Dispora Sumut, Kecakapan Memanfaatkan Teknologi Masih Rendah - KAPITANEWS

Dialog Pemuda Dispora Sumut, Kecakapan Memanfaatkan Teknologi Masih Rendah

Ket Foto : Para Narasumber Dialog Pemuda Dispora Sumut 

Kapitanews.com -Medan- Dari tiga sub indeks pembangunan teknologi informasi dan komunikasi Indonesia, yakni akses dan infrastruktur, intensitas penggunaan, serta keahlian dan kecakapan, ternyata sub indeks keahlian dan kecakapan yang memiliki skor paling rendah.

Hal itu diuangkapkan Fahriza Marta Tanjung dalam dialog pemuda yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Utara di Hotel Madani Medan, Rabu (10/11).

Menurutnya kondisi ini membuat bangsa Indonesia punya pekerjaan rumah yang serius dalam meningkatkan kecakapannya secara merata. 

Fahriza menyebut kecakapan dalam teknologi informasi dan komunikasi itu meliputi sejumlah aspek, seperti mengakses, menyaring dan memanfaatkan setiap data dan informasi untuk meningkatkan kualitas individu bangsa Indonesia.

Sementara narasumber lainnya, Abdul Latief Rusdi, mengatakan bahwa di era saat ini kita tidak bisa lagi menghindar atau lari dari arus digitalisasi.

“Berdasarkan hasil penelitian, manusia selalu memegang smartphone-nya setiap 6 menit. Hasil penelitian ini tentu saja menjelaskan kepada kita betapa ketergantungannya manusia terhadap smartphone. Kondisi ini tentu saja menuntut kecakapan manusia, terkhusus pemuda untuk bijak memanfaatkan era digitalisasi,” ujar Abdul Latief.

Suasana Dialog Pemuda Dispora Sumut

Dialog yang mengangkat tema 'Kepemimpinan dan Organisasi Kepemudaan di Era Digital' itu membahas sistem pemanfaatan data kepemudaan berbasis elektronik dalam pengembangan Sumut layak pemuda (Simuda Sumut). 

Selain itu juga dibahas mengenai digital leadership dan kepemudaan di era digital, serta pemuda kreatif dan inovatif dalam menciptakan peluang di era digital. 

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut, Ardan Noor, diwakili Kabid Layanan Kepemudaan, Budi Syahputra, mengungkapkan bahwa data Indeks Pembangungan Pemuda (IPP) tahun 2019 memperlihatkan kepemimpinan pemuda tidak pro aktif dan terkesan rendah. 

"Melalui dialog ini Dispora Sumut ingin mengajak seluruh organisasi kepemudaan yang ada di Sumatera Utara untuk turut memahami regulasi tentang kepemudaan dan mendorong organisasi merubah perspektif organisasi kepemudaan dari yang kolonial menuju milenial," kata Budi Syahputra. 

Dialog yag dimoderatori Dedi Arianto itu dihadiri oleh 100 peserta yang berasal dari forum binaan Dispora Sumut seperti Program Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan (PSP3), Purna Paskibraka Indonesia (PPI) dan Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI). (red)

Share on WhatsApp

VIP Redaksi KAPITAnews.com

Situs Berita Online
https://www.kapitanews.com/
"Pusat Berita Terpercaya"
Ph:0853-7100-0720

0 komentar:

Posting Komentar