}); Bedah Buku Islam Nusantara, Dr. Nispul; Islam Nusantara Solusi Tantangan Keislaman dan Keindonesiaan - KAPITANEWS

Bedah Buku Islam Nusantara, Dr. Nispul; Islam Nusantara Solusi Tantangan Keislaman dan Keindonesiaan


Ket Foto : Dr. H. Nispul Khoiri, M.Ag Menerima Plakat dari Panitia

Kapitanews.com -Medan- Memeringati Milad HMI Ke-75 MD Kahmi Medan bekerjasama dengan MUI Kota Medan menggelar Diskusi Bedah Buku “Islam Agama Nusantara, Nusantara Beragama Islam (Penelusuran Konsep dan Tradisi Islam di Nusantara)" karangan Prof. Fakhruddin Azmi dan Dr. Sulidar, MA di Aula MUI Medan, Sabtu (5/2/2022). 

Kegiatan bedah buku ini dibuka langsung oleh ketua MUI Kota Medan dengan menghadirkan pembedah yang profesional yakni, Ketua PW Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Sumut Dr. H. Nispul Khoiri, M.Ag  dan Wakil Ketua MD Kahmi Medan Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag, yang dimoderatori oleh Dr. Mustafa Kamal Rokan. MA.

Sebagai pembedah Dr. H. Nispul Khoiri, M.Ag, menegaskan buku ini dipandang turut menjawab pro dan kontra yang berprasangka negatif atas pemikiran keislaman terkait dengan kehadiran Islam Nusantara di negeri ini. 

Dr. H. Nispul Khoiri, M.Ag menegaskan Islam Nusantara tidak perlu dikhawatirkan apalagi dicurigai sebagai mazhab, aliran atau sekte baru yang menyesatkan ujar Nispul Yang juga Wakil Rektor III UIN Sumut.

Lebih lanjut Dr. H. Nispul Khoiri, M.Ag mengatakan banyak Kesalahpahaman orang dan menolak pelabelan “Nusantara” terhadap Islam karena dianggap merusak islam yang rahmatan lil alamin, dan masih banyak orang yang mengganggap Islam Nusantara hanya wacana, Islam Nusantara anti Arab, tak paham agama, tidak merujuk pada Alquran, hadis, seolah hanya tafsirnya saja yang dianggap otoritatif, bagi kelompok yang menolak Islam Islam Nusantara menilai Islam hanya satu, yaitu Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad tidak bisa dilabelisasikan berdasarkan metode pendekatan apapun dan ini dipandang bid’ah.

Menurut Dr. H. Nispul Khoiri, M.Ag, Islam Nusantara bukanlah suatu hal baru. Memang Islam Nusantara secara resmi diperkenalkan  dan digalakkan oleh NU, pada muktamar  ke 33 di Jombang tahun 2015, tetapi secara empiris setidaknya sejak abad ke 16 Islam Nusantara sudah diperaktekkan sebagai hasil interaksi, konstekstualisasi, indeginisasi, interpretasi dan vernakularisasi terhadap ajaran dan nilai–nilai Islam yang universal sesuai dengan realitas sosial–kultural yang ada. 

"Islam Nusantara merupakan corak pemikiran yang menegaskan Islam nusantara dalam tataran praktis, sebuah model pemikiran, pemahaman dan pengamalan ajaran–ajaran Islam dengan mempertimbangkan tradisi atau budaya lokal, sehingga dalam hal–hal  di luar substansi, mampu  mengekspresikan model berislam yang khas nusantara dan memberdakan berislam lainnya  baik di Timur Tengah, India, Turki dan lainnya".

Diuraikan secara jelas Oleh Dr. Nispul Khoiri bahwa Islam Nusantara dioreantasikan kepada Islam empiric yang terindegenisasi  yakni  Islam yang empiric dan destingtif (khas) sebagai hasil interaksi, kontekstualisasi, indegenisasi, penerjemahan, vernakularisasi Islam universal dengan realitas sosial, budaya dan sastra di Indonesia, dan  Adanya pemahaman kontekstual terhadap teks suci dengan mempertimbangkan adat local (Urf) untuk kemaslahatan umat.

"Islam Nusantara  menjadi kebutuhan bagi masyarakat dan negara. Islam Nusantara menampilkan Islam ramah, terbuka, inklusif dan mampu memberikan solusi terhadap masalah besar bangsa dan negara. Islam yang dinamis bersahabat dengan lingkungan kultur sub kultur yang beragam, tetapi juga pantas mewarnai budaya nusantara mewujudkan sifat akomodatifnya yakni rahmatan lil alamin". Tutupnya

Turut hadir dalam diskusi ini Ketua MD Kahmi Medan Dr. dr. Delyuzar, Pengurus MD Kahmi dr. Ade Taufiq, tokoh tokoh agama dan tokoh ormas Islam serta organisasi kemahasiswaan Islam seperti BADKO HMI Sumut, IMM, KAMMI dll.

Share on WhatsApp

VIP Redaksi KAPITAnews.com

Situs Berita Online
https://www.kapitanews.com/
"Pusat Berita Terpercaya"
Ph:0853-7100-0720

0 komentar:

Posting Komentar